Selasa, 31 Juli 2018

UPS Berdasarkan Tingkat Levelnya

UPS BERDASARKAN TINGKAT  LEVELNYA


Tidak disadari akibat dari gangguan listrik mengakibatkan kerusakan komputer seperti hang, kehilangan data atau kerusakan pada software dan hardware. Sedangkan pada peralatan elektronika ataupun kelistrikan menyebabkan keausan dan kerusakan.
Maka dipergunakan UPS, selain memberikan cadangan listrik jika sumber energi listrik utama mati, UPS juga berfungsi untuk memperbaiki dan meminimalisir gangguan listrik, sehingga energi listrik ke beban kualitasnya lebih bagus, stabil dan handal
Berdasarkan tingkatan levelnya untuk mengatasi 9 gangguan listrik, UPS dibedakan menjadi 3 yaitu
  • UPS Level 3, adalah jenis UPS yang dapat mengatasi gangguan tenaga listrik dari no 1 – 3 {Power Failure, Power SAG dan Power Surge} dari  9 macam gangguan listrik. 
  • UPS Level 5, adalah jenis UPS yang dapat mengatasi gangguan tenaga listrik dari no  1 – 5 {Power Failure, Power SAG,Power Surge, Undervoltage dan Overvoltage}dari 9 macam gangguan listrik.. 
  • UPS Level 9, adalah jenis UPS yang dapat mengatasi gangguan tenaga listrik dari no  1 – 9 {Power Failure, Power SAG,Power Surge, Undervoltage, Overvoltage, Electrical Line Noise, Frequency Variation, Switching Transient dan Harmonic Distorsion}dari 9 macam gangguan listrik.
Adapun jenis gangguan listrik yang menjadi acuan untuk menentukan level UPS ada 9 yaitu sebagai berikut :

1. Power Failure.
Adalah kejadian dimana pasokan tegangan listrik benar-benar hilang atau terputus. Kejadian ini bisa mengakibatkan peralatan elektonika atau computer berhenti bekerja, kerusakan, kehilangan data dan sistem crash secara total. Kejadian ini disebabkan karena adanya bencana, power down, kelebihan beban dan lain-lain.

2. Power SAG.
Adalah kejadian saat tegangan listrik turun {80% - 85%}dalam waktu sekejap {1 siklus/20 ms atau lebih}. Kejadian ini bisa mengakibatkan hilangnya data, data errors, kerusakan pada hardware dan padamnya peralatan elektronika. Kejadian ini disebabkan adanya starup atau penyalaan peralatan elektronika/listrik yang membutuhkan daya besar {AC, pompa air}, pergantian sumber energi  listrik utama {PLN} ke sumber energi cadangan secara otomatis.

3. Power Surge {High Voltage Spike/Peak}.
 Adalah kejadian saat tegangan listrik over-voltage {naik > 110 %} secara tiba-tiba dalam waktu singkat atau sekeja. Kejadian ini bisa mengakibatkan kehilangan data, kerusakan pada hardware. Kejadian ini disebabkan adanya peralatan berdaya besar yang dimatikan atau sambaran petir yang dekat dari lokasi.

4. Undervoltage {Brownout}.
Adalah kejadian saat tegangan listrik turun atau berkurang dalam waktu relative lama. Kejadian ini bisa mengakibatkan kehilangan data dan korupsi data pada computer, overheating pada motor listrik, komponen tidak berfungsi dan perilaku tak menentu pada peralatan listrik. Kejadian ini disebabkan oleh adanya beban pada saat peak atau penggunaan listrik mendekati maksimal contohnya  pada malam hari saat pemakaian listrik perumahan relatif tinggi atau pada jam kerja mesin pabrik.

5. Overvoltage.
            Adalah kejadian saat tegangan listrik naik diatas 110 % dalam waktu relatif lama {bisa beberapa menit atau bahkan bisa berhari-hari. Kejadian ini bisa mengakibatkan data hilang dan kerusakan hardware. Kejadian ini disebabkan bencana alam dan naiknya kiriman listrik pada jaringan.

6. Electrical Line Noise.
            Adalah kejadian adanya gelombang frekuensi tinggi karena gangguan gelombang radio/RFI {Radio Frequency Interference} atau gangguan medan magnet listrik/EMI {Electro Magnetic Interference}. Kejadian ini bisa mengakibatkan kehilangan data, erros pada program/file, kerusakan hardware, berkurangnya usia/tidak awet komponen elektronika. Kejadian ini disebabkan oleh motor listrik, pemancar, relai, radiasi microwave, peralatan las, printer berkendali SCR, kilat dan badai listrik dikejauhan.

7. Frequency Variation.
            Adalah kejadian  dimana frekuensi tidak stabil atau berubah-ubah yang signifikan {>5%}dari frekuensi normal {50Hz/60Hz} yang. Kejadian ini bisa mengakibatkan proses kerja operasi dari peralatan elektronika yang aneh/tak teratur/tak menentu, kehilangan data, kecepatan motor yang bertambah/berkurang dan kerusakan hardware. Kejadian ini disebabkan generator utama atau beberapa generator kecil tambahan yang loaded {saat diaktifkan} maupun unloaded {saat dimatikan}.

8. Switching Transient.
Adalah kejadian saat tegangan listrik turun secara tiba-tiba/seketika/instantaneous undervoltage {Notch} dalam waktu kisaran nano detik dan lebih pendek dari Power Surge {gangguan no 3} dan hanya terjadi beberapa nano second yang. Kejadian ini bisa mengakibatkan kehilangan data , data error, memory loss, stress pada komponen, erratic operation pada sebagian peralatan dan kerusakan terlalu cepat/premature failure. Kejadian ini disebabkan kesalahan/kelainan akibat pengalihan {switching} pada sumber tenaga listrik yang berakibat timbulnya percikan bunga api dan juga terjadinya pelepasan muatan listrik statis {static discharge}.

9. Harmonic Distorsion.
            Adalah kejadian saat terjadi distorsi terhadap gelombang normal {Normal Waveform} yang mengubah gelombang listrik AC dari simple sinusoida menjadi complex waveform. Kejadian ini bisa mengakibatkan overheating/panas lebih, kerusakan hardware dan eror pada komunikasi. Kejadian ini disebabkan muatan yang diumpan balikkan ke sumber listrik AC umumnya dari muatan non-linear seperti motor dengan kecepatan bervariasi, switch mode power supplies, mesin fotokopi dan faksimili.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar