Selasa, 31 Juli 2018

Reaksi Arus Listrik

REAKSI ARUS LISTRIK

Arus listrikdapat bereaksi kapan saja dan dimana, hanya dapat diketahui dan ditetapkan melalui reaksi atau efek yang di timbulkan atau di akibatkannya. Ada beberapa reaksi arus listrik yaitu reaksi panas, cahaya, kemagnitan, kimia dan pada mahkluk hidup.

REAKSI PANAS.
Arus listrik mempunyai sifat selalu memanasi penghantarnya. Didalam kawat logam misalnya, elektron-elektron saling bertumbukan dengan ion-ion atom, bersamaan dengan itu elektron tersebut memberikan sebagian energi geraknya kepada ion-ion atom dan memperkuat asutan panas ion-ion atom, yang berhubungan dengan kenaikan temperatur. Penggunaan reaksi panas arus listrik ini misalnya pada open pemanas, solder, kompor, seterika dan sekering lebur dan lain-lain. Contohnya seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar. Contoh Reaksi Panas Arus Listrik {Kompor Listrik}.


REAKSI CAHAYA.
Pada reaksi cahaya arus listrik mempunyai sifat sebagai pemicu gas agar dapat/menjadi bersinar seperti neon, argon atau uap mercuri. Pada lampu pijar reaksi panas arus listrik mengakibatkan kawat membara dan dengan demikian menjadi bersinar, Reaksi cahaya secara langsung ini ditemukan pada penggunaan tabung cahaya, lampu mercury, lampu neon dan lampu indikator. Contohnya seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.


Gambar. Contoh Reaksi Cahaya Arus Listrik.

REAKSI KEMAGNITAN.
Pada reaksi kemagnitan, arus listrik yang melewati penghantar akan selalu membangkitkan medan magnit. Contohnya seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar. Reaksi Kemagnitan Arus Listrik.

Medan magnit melaksanakan suatu tenaga tarik terhadap besi. Medan magnit saling berpengaruh satu sama lain dan saling tolak-menolak atau tarik-menarik. Penggunaan reaksi kemagnitan seperti ini misalnya pada motor listrik, speaker, alat ukur, pengangkat/kerekan magnit, bel, relay dan kontaktor.

REAKSI KIMIA.
            Pada reaksi kimia, arus listrik mempunyai sifat menguraikan zat cair yang bersifat penghantar. Contohnya seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.


Gambar. Reaksi Kimia Arus Listrik.

Pada kedua kawat terbentuk gas-gas yang naik keatas. Hal tersebut berhubungan dengan hidrogen dan oksigen. Hidrogen dan oksigen merupakan unsur-unsur kimia dari air. Jadi air terurai dengan perantaraan arus listrik. Penggunaan reaksi kimia arus listrik yaitu dapat ditemukan pada elektrolisa seperti pada galvanisasi, pengisian akkumulator dan pelapisan logam.

REAKSI PADA MAKHLUK HIDUP.
Dengan persyaratan tertentu, misalkan seseorang menyentuh dua buah penghantar listrik tanpa isolasi, maka arus dapat mengalir melalui tubuh manusia. Arus listrik tersebut membangkitkan atau bahkan menimbulkan “sentakan/sengatan listrik”. Pada penyembuhan secara listrik, arus digunakan untuk memberikan kejutan listrik {electro shock}. Contohnya seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar. Manusia Tersengat Listtik.

1 komentar:

  1. Arus listrik mempunyai sifat selalu memanasi penghantarnya. Didalam kawat logam misalnya, elektron-elektron saling bertumbukan dengan ion-ion atom, bersamaan dengan itu elektron tersebut memberikan sebagian energi geraknya kepada ion-ion atom dan memperkuat asutan panas ion-ion atom, yang berhubungan dengan kenaikan temperatur.
    LukQQ
    Situs Ceme Online
    Agen DominoQQ Terbaik
    Bandar Poker Indonesia

    BalasHapus