Selasa, 31 Juli 2018

Pengertian Transducer

TRANSDUCER

Transducer dan sensor merupakan komponen atau peralatan elektronika yang penting dalam sistem pengendalian dan sistem pengukuran. Transduser dan sensor seperti 2 sisi dalam satu keping mata uang, berbeda tetapi saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Jika membahas tranduser pasti bicara juga sensor begitu sebaliknya bicara sensor tentu membicarakan transduser. Berikut ini contoh bentuk fisik transducer.

Gambar. Bentuk Fisik Transducer.

A. PENGERTIAN TRANSDUCER.
Transducer adalah alat yang berfungsi untuk mengubah suatu bentuk energi tertentu ke dalam bentuk energi lain, dalam hal ini {bidang elektronika & listrik} biasanya selalu diubah ke dalam bentuk energi listrik. Bagian masukan dari transduser disebut sensor, sensor merupakan bagian yang dapat mengindera suatu kuantitas fisik tertentu dan mengubah menjadi bentuk energi yang lain. Berikut dibawah ini gambar input dan output transduser.



Gambar. Input dan Output Transduser.


B. KEUNTUNGAN TRANDUCER.
      Keuntungan memakai tranducer yaitu :
  • Output listrik dapat diperkuat menurut keperluan.
  • Output dapat dilihat dan direkam secara jarak jauh, kecuali dapat dibaca/dilihat, beberapa transducer dapat diproses bersama-sama.
  • Output dapat diubah tergantung pemeragaan atau mengontrol alat lain.
  • Sinyal dapat dikondisikan atau dicampur untuk mendapatkan kombinasi output dan tranducer sejenis.
  • Ukuran dan bentuk tranducer dapat disesuaikan dengan rancangan alat untuk mendapatkan berat serta volume optimum.
  • Dimensi dan bentuk desain dapat dipilih agar tidak mengganggu sifat yang diukur.
C. PERSYARATAN TRANSDUCER.
Dalam memilih peralatan transducer yang tepat dan sesuai dengan system yang akan disensor maka perlu diperhatikan persyaratan transducer berikut ini :
  • Linearitas yaitu kemampuan untuk menghasilkan karakteristik input-output yang linier.
  • Sensisvitas yaitu kemampuan kepekaan terhadap kuantitas yang diukur.
  • Time Response yaitu kemampauan seberapa cepat tanggapan terhadap perubahan masukan.
  • Kekuatan yaitu kemampuan ketahanan atau proteksi pada beban lebih.
  • Repeatability yaitu kemampuan untuk menghasilkan kembali keluaran yang sama ketika digunakan untuk mengukur besaran yang sama.
  • Stabilitas Tinggi yaitu kemampuan tidak terpengaruh oleh faktor-faktor lingkungan.
D. KLASIFIKASI TRANSDUCER.
Transducer dapat diklasifikasikan berdasarkan cara pengubahan energi sinyal keluaran atau berdasarkan bidang pemakaian, dan dibagi menjadi:
  •  Active Transducer adalah jenis transducer yang mampu menghasilkan energi listrik sendiri, contohnya : photosel, termokopel, RTD, photomultiplier, NTC, Hygrometer tahanan, mikropon kapasitor, pengukuran reluktansi dan lain-lain. 
  • Passive Transducer adalah jenis transducer yang memerlukan catu daya (power supply) eksternal untuk dapat bekerja, contohnya : thermistor, fototransistor, potensiometer, starin gage, LVDT, gage arus pusar, dan lain-lain.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar