Minggu, 29 Juli 2018

Pengertian Dioda

PENGERTIAN DIODA


Kata dioda berasal dari kata " di-oda " yang berarti di berarti dua dan oda berarti elektroda. Jadi dioda adalah 2 lapisan elektroda P ( anoda ) berarti positif dan N ( katoda ) berarti negatif. Bahan pokok untuk pembuatan dioda adalah Germanium (Ge) dan Silikon/Silsilum (Si). Germanium dan Silikon merupakan bahan yang tidak bersifat sebagai penghantar atau konduktor, namun tidak pula sebagai penyekat atau isolator.

Gambar. Simbol Dioda

Gambar. Tampilan Fisik Dioda
A. Sambungan P-N { P-N Junction }
Dioda adalah komponen elektronika pasif yang terdiri dari persambungan semikonduktor (junction) 2 kutub P-N. Sambungan P-N dibentuk dengan menyambungkan secara fisiks semikonduktor jenis P dan semikonduktor jenis N. Pada pembuatannya memang semikonduktor tipe P dan N bukan disambung secara harfiah, tetapi dari satu bahan (monolithic) dengan member doping (impurity material) yang berbeda. Berikut gambar konstruksi sambungan p-n :



Gambar. Sambungan Konstruksi P-N
Pada sisi P banyak terbentuk hole-hole yang siap menerima electron sedangkan sisi N banyak terdapat elektron-elektron yang siap untuk bebas. Saat terjadinya sambungan p dan n, elektron-elektron pada bahan n dan hole-hole disekitar sambungan cenderung berkombinasi ini saling meniadakan, mengakibatkan pada daerah sekitar sambung,dari pembawa muatan dan akhirnya terbentuk daerah pengosongan ( depletion region ). Daerah pengosongan adalah daerah yang sangat tipis dekat sambungan antara semikonduktor tipe p dan semikonduktor tipe n pada sambungan P-N atau dioda.

B. Sifat Dan Karakteristik Dioda
1.      Sifat Dioda.
Sifat dioda yaitu dapat menghantarkan arus listrik pada bias tegangan maju dan menghambat arus listrik pada bias tegangan balik.
a.      Forward Bias ( Bias Maju ).
Ketika kaki katoda disambungkan dengan kutub negative  baterai dan anoda disambungkan dengan kutub positif, maka dikatakan bahwa diode sedang sedang dibias dengan tegangan maju.
Ketika diode di bias maju, kutub negative baterai akan menolak elektron-elektron bebas yang ada dalam semikonduktor tipe N. Jika energy listrik yang digunakan melebihi tegangan bariier maka elektron yang tertolak tersebut akan melintasi daerah deplesi dan bergabung dengan dengan hole yang ada pada semikonduktor tipe p, hal ini terjadi terus menerus selama rangkaian digambar bawah ini tetutup. Kondisi inilah yang menyebabkan adanya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian. Lihat gambar dibawah berikut ini :

Gambar. Dioda Bias Maju.

b.      Reserve Bias ( Bias Mundur ).
Ketika kaki katoda disambungkan dengan kutub positf  baterai dan anoda disambungkan dengan kutub negatif, maka dikatakan bahwa diode sedang sedang dibias dengan tegangan mundur.
Ketika diode dibias mundur, kutub positif baterai akan menarik electron-elektron bebas yang ada pada semikonduktor tipe N dan pada semikonduktor tipe P hole akan berkombinasi dengan electron dari baterai sehingga lapisan pengosongan semakin lebar. Dengan semakin lebarnya daerah pengosongan maka diode tidak akan menghantarkan arus listrik. Jika tegangan bias mundur diperbesar, maka pada suatu harga tertentu diode akan rusak. Lihat gambar dibawah berikut ini :

Gambar. Dioda Bias Mundur.

2.      Karakteristik Arus & Tegangan Dioda.
Pada saat dioda diberi bias tegangan maju, jika VD positf, maka arus ID akan naik dengan cepat setelah VD mencapai tegangan cut-in (Vg) {dioda germanium 0.3 Volt dan diode silicon 0.7 Volt}, maka potensial penghalang ( barrier potential ) pada persambungan akan teratasi dan arus diode mulai mengalir dengan cepat.
Pada saat dioda diberi bias tegangan mundur, dimana tegangan VD yang berpolaritas negatif dinaikkan terus, maka suatu saat akan mencapai tegangan patah (break-down) dimana arus IS akan naik dengan tiba-tiba. Pada dioda pencapaian tegangan break-down harus dihindari karena diode bias rusak. Berikut gambar kurva karakteristik diode :

Gambar. Kurva Karakteristik Dioda

C. KESIMPULAN
·         Sebuah diode merupakan komponen elektronika yang menghantarkan arus listrik pada satu arah saja.
·         Bias maju adalah keadaan ketika dioda mengalirkan arus ketika diberi tegangan.
·         Bias mundur adalah keadaan ketika diode menahan arus ketika diberi tegangan.
·         Dioda Silikon mempunyai tegangan maju sekitar 0.7 Volt sedangkan diode germanium mempunyai tegangan maju sekitar 0.3 Volt.
·         Tegangan bias mundur maksimum kemampuan diode tanpa “ gagal “ disebut Peak Inverse Voltage atau rating PIV.

Tipd & Trik Memilih Kulkas Agar Awet

TIPS & TRIK CERMAT MEMILIH KULKAS AGAR AWET

            Mengganti kulkas lama dengan kulkas yang baru adalah keputusan tepat, karena akan menghemat komsumsi energy listrik dirumah. Kulkas lama cenderung boros listrik dan kualitasnya kerjanya tidak sebagus kulkas baru. Kulkas atau lemari es merupakan perlengkapan rumah tangga yang sangat penting, mengingat fungsinya yang dirasakan setiap saat dan masa pakai kulkas yang terhitung lama, maka pemilihan kulkas tidak bias dilakukan sembarangan.
            Perhatikan berbagai aspek dan fitur (kelengkapan) yang dimiliki sebuah kulkas sebelum membelinya. Pastikan fitur-fitur dan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan, cari tahu ketahanannya agar usia kulkas bisa bertahan lama. Berikut hal-hal perlu dipertimbangkan sebelum membeli kulkas :
A.    Kapasitas Kulkas.
Penting untuk menyesuaikan kapasitas kulkas dengan kebutuhan, kalau kapasitasnya terlalu besar itu berarti pemborosan harga dan daya listrik. Setiap rumah membutuhkan kapasitas kulkas yang berbeda disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Jika memiliki keluarga besar ( > 4orang ) yang rutin berbelanja bulanan ada baiknya memilih kulkas berkapasitas besar. Kulkas berkapasitas besar akan member efisiensi jika dikemudian hari kebutuhan meningkat tidak perlu membeli kulkas yang baru.
Sebaliknya jika kurang 4 orang atau keluarga kecil dan ukuran rumah tidak memiliki cukup ruang untuk meletakkan kulkas berukuran besar pilihlah kulkas berkapasitas kecil atau sedang sudah cukup.
B.     Kulkas Hemat Listrik.
Kulkas adalah alat elektronik yang 24 jam hidup. Pilihlah fiturnya sesuai kebutuhan kulkas terbaru memiliki banyak fitur, misalnya bebas bunga es (frost free), ramah lingkungan (eco green), water dispenser, automatic icemaker, roller, rak tambahan, automatic ice maker, display digital dan energy saver .
Pilihlah kulkas yang hemat listrik dan ramah lingkungan, karena akan lebih hemat dalam tagihan biaya listrik, selain tagihan listrik tidak membengkak, alat elektronika lainnya juga tetap bias digunakan meski kulkas menyala sehari-hari. Salah satu fitur yang menjajikan konsumsi listrik yang sedikit tapi mendapatkan suhu dingin adalah energy saver

C.    Jenis dan Ukuran Kulkas.
Dipasaran ada banyak beragam jenis kulkas yang masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Kulkas secara umum dibagi menjadi 2 yaitu :
·         Kulkas dengan freezer ( ruang pembeku ).
·         Kulkas non freezer ( all refrigerator model ) yang unggul dalam hal kapasitas penyimpanan.
Untuk  kebutuhan keluarga biasanya memilih kulkas yang memiliki freezer sedangkan kapasitasnya disesuaikan dengan kebutuhan, 1 pintu, 2 pintu atau multidoor.
Kulkas jenis multidoor memiliki kapasitas yang lebih besar, kulkas jenis ini juga memungkinkan untuk menyimpan segala makanan dalam kondisi optimal. Karena kulkas multidoor memiliki kompartmen khusus untuk kebutuhan tertentu. Seperti, area soft freezing yang cocok untuk penyimpanan daging dan ikan, fitur ini cocok untuk membuat makanan hanya sedikit beku sehingga mudah untuk langsung diolah.

D.    Desain dan Bahan Menarik.
Jangan mengabaikan perihal desain, warna dan material kulkas saat hendak membelinya karena tampilan kulkas yang menarik dapat membuat suasana dapur anda menyenangkan. Pilihlah desain sesuai selera tetapi jangan lupa pula untuk tetap mempetimbangkan kualitas kulkas. Desain warna dan material yamng senada dengan gaya interior dapur anda pasti membuatnya terlihat elegan dan menyatu dengan keseluruhan dapur.
Bahan baku  akan menentukan menentukan umur kulkas. Pilih material dari bahan PCM (Pre-Coated Material) yang mengkilap, anti gores, anti karat dan mudah dibersihkan agar lemari es tahan lama.
E.     Sesuaikan Harga.
Sesuaikan dana dengan kemampuan dan kebutuhan, karena harga kulkas dipasaran bervariasi sesuai dengan fitur yang ditawarkan. Kulkas adalah investasi jangka panjang, dengan menyisihkan bujet lebih mendapatkan kulkas berdesain menarik dan member manfaat untuk membuat aktivitas dapur lebih meyenangkan.
F.     Garansi.
Pemilihan produk bergaransi sangat penting, karena untuk meminimalisir terjadinya kerugian saat kulkas mengalami kerusakan. Pilihlah kulkas bergaransi resmi dan berjangka waktu yang cukup lama (missal lebih dari 2tahun).Jika kulkas terjadi kerusakan dan garansi masih berlaku, tentu tidak ada biaya tambahan untuk melakukan perbaikan atau servis didealer resminya.

Transistor NPN & PNP

TRANSISTOR NPN DAN PNP

Transistor NPN dan PNP merupakan 2 jenis transistor BJT {Bipolar Junction Transistor}, transistor BJT  adalah jenis transistor yang memiliki tiga kaki, yaitu (Basis, Kolektor, dan Emitor). Fungsi dari kaki-kaki transistor tersebut adalah :
  • Kaki Emitor artinya pemancar, berfungsi menimbulkan elektron-elektron dan sebagai pintu masuk arus positif {+} atau pembawa muatan berasal.
  • Kaki Kolektor artinya pengumpul, berfungsi menyalurkan electron-elektron keluar dari transistor dan sebagai pintu keluarnya hasil pengolahan transistor yang berupa frekuensi dan getaran listrik satu fasa {searah} atau penampung muatan yang berasal dari emitor.
  • Kaki Basis artinya dasar, berfungsi mengatur gerakan elektron dari emitor yang keluar melalui kolektor dan juga sebagai kemudi atau pengendali dan sebagai pintu masuknya sinyal.

A.    SIMBOL TRANSISTOR PNP DAN NPN.
Simbol transistor PNP dan NPN dapat dibedakan walaupun hampis sama. Untuk tipe transistor PNP simbolnya memiliki ciri berupa tanda panah mengarah kedalam lingkaran. Sedangkan Untuk tipe transistor NPN simbolnya memiliki ciri berupa tanda panah mengarah keluar lingkaran. Seperti pada gambar dibawah berikut ini :




B.     BAHAN PEMBENTUKAN TRANSISTOR PNP DAN NPN.
Jika kedua bahan semikonduktor jenis PN dan NP dipertemukan, maka akan terbentuklah bahan baru yang disebut transistor dengan 2 kemungkinan sebagai berikut :
  • Jika yang dipertemukan bahan jenis N-nya {lihat gambar dibawah}, maka akan diperoleh transistor jenis PNP. Transistor PNP pada dasarnya adalah 2 dioda yang kedua kaki anodanya dipertemukan menjadi kaki basis transistor.


Gambar. Peyusunan Bahan Transistor PNP.

  • Jika yang dipertemukan bahan jenis P-nya {lihat gambar dibawah}, maka akan diperoleh transistor jenis NPN. Transistor PNP pada dasarnya adalah 2 dioda yang kedua kaki katodanya dipertemukan menjadi kaki basis transistor.

Gambar. Peyusunan Bahan Transistor NPN.

Sehingga dikenal 2 jenis transistor yaitu jenis PNP dan NPN, yang mempunyai sifat berkebalikan walaupun prinsip kerja kedua jenis transistor adalah sama.


C.    PRINSIP KERJA TRANSISTOR PNP DAN NPN
Prinsip kerja transistor PNP adalah arus mengalir dari emitor menuju kolektor. Dibandingkan NPN, pada PNP terjadi hal sebaliknya ketika arus mengalir pada kaki basis, maka transistor tidak bekerja. Arus akan mengalir apabila kaki basis diberi sambungan ke ground (-) hal ini akan menginduksi arus pada kaki emitor ke kolektor. Jika basis dihubungkan diberi tegangan maka arus basis harus lebih kecil dari arus yang mengalir dari emitor ke kolektor. Penggunaan transistor jenis ini mulai jarang digunakan. Dibanding dengan NPN, transistor jenis PNP mulai sulit ditemukan dipasaran. Transistor jenis PNP adalah transistor negatif dimana akan dapat bekerja mengalirkan arus listrik jika basis dialiri arus negative (-) dan mempunyai lapisan semikonduktor sebagai berikut :
  • Pada Emitor          = Semikonduktor yang dipakai adalah negatif.
  • Pada Basis             = Semikonduktor yang dipakai adalah positif.
  • Pada Kolektor       = Semikonduktor yang dipakai adalah negative.
Prinsip kerja transistor NPN adalah arus mengalir dari kolektor menuju emitor. Jika basis dihubungkan diberi tegangan maka arus basis harus lebih kecil dari arus yang mengalir dari kolektor ke emitor. Untuk mengalirkan arus tersebut dibutuhkan sambungan ke sumber positif (+) pada kaki basis. Ketika basis diberi tegangan, hingga dititik saturasi, maka akan menginduksi arus dari kaki kolektor ke emitor. Dan transistor akan aktif jika arus yang melalui basis berkurang, maka arus yang mengalir pada kolektor ke emitor akan berkurang, hingga titik cutoff. Penurunan ini sangatlah cepat karena perbandingan penguatan yang terjadi antara basis dan kolektor melebihi 200 kali. Transistor jenis NPN adalah transistor positif dimana akan dapat bekerja mengalirkan arus listrik jika basis dialiri arus positf (+) dan mempunyai lapisan semikonduktor sebagai berikut :
  •  Pada Emitor          = Semikonduktor yang dipakai adalah positif.
  • Pada Basis             = Semikonduktor yang dipakai adalah negatif.
  • Pada Kolektor       = Semikonduktor yang dipakai adalah positif

Transistor Sebagai Sakelar

TRANSISTOR BERFUNGSI SEBAGAI SAKELAR

            Sakelar adalah alat penghubung atau pemutus rangkaian, dalam elektronika sakelar dapat dilakukan dengan beberapa cara. Seperti dengan sakelar mekanis, IC ( Integrated Circuit ) dan Transistor.
            Salah satu kegunaan transistor adalah berfungsi sebagai sakelar, yang dalam aplikasinya digunakan untuk mengendalikan komponen lainnya seperti relai, motor, solenoid, lampu dan lain-lain. Kecepatan sakelar transistor modern lebih tinggi daripada thyristor akan tetapi karena tingkat tegangan dan arusnya lebih rendah daripada thyristor, transistor sering digunakan dalam aplikasi daya rendah-daya menengah.
            Dengan memanfaatkan karakteristik transistor emitor bersama, pada kondisi saturasi (jenuh) dan keadaan cut-off (mati), maka transistor dapat dijadikan sakelar dengan pemutus dan penyambungnya berupa tegangan pada basisnya

A.    Titik Kerja Transistor Sebagai Sakelar.
Transistor berfungsi sebagai sakelar beroperasi dalam wilayah saturasi menghasilkan drop tegangan kondisi ON yang rendah. Transistor dalam keadaan jenuh/saturasi dapat dianalogikan seperti sakelar dalam keadaan terbuka sedangkan dalam keadaan cut-off seperti sakelar dalam keadaan terbuka. Seperti gambar rangkaian dibawah ini :


Gambar. Analogi Transistor Sebagai Sakelar Posisi ON


Gambar. Analogi Transistor Sebagai Sakelar Posisi OFF

Prinsip kerja transistor berfungsi sebagai sakelar adalah dengan memanfaatkan kondisi saat berada pada 2 daerah kerjanya yaitu daerah jenuh (saturasi) dan daerah cut-off (daerah mati). Kedua daerah kerja transistor bias didapatkan dengan cara mengatur arus yang melewati basis dari transistor

Daerah Jenuh Transistor ( Saturasi ).
Daerah dimana keadaan transistor mengalirkan arus secara maksimum dari kolektor ke emitor, seolah-olah transistor dalam keadaan short pada kolektor-emitor.  Saturasi akan didapat jika basis transistor diberi arus yang cukup besar sehingga transistor menjadi jenuh dan berfungsi sebagai sakelar yang menutup “ full on ”. Daerah saturasi adalah dimulai dari VCE = 0 Volt sampai kira-kira 0,7 Volt (transistor silicon) atau 0,3 Volt (transistor germanium) yaitu akibat dari tegangan VCE belum mencukupi untuk dapat menyebabkan aliran elektron.

Daerah Mati Transistor (Cut-off).
Daerah dimana keadaan transistor menyumbat pada kolektor-emitor, daerah cut-off sering diberi nama daerah mati karena pada daerah ini transistor tidak dapat mengalirkan arus dari kolektor ke emitor. Keadaan cut-off didapatkan jika arus basis dilewati arus yang amat kecil bahkan hampir nol sehingga transistor berfungsi sebagai sakelar yang terbuka “ full off “. Daerah cut off adalah dimulai dari arus IC mulai konstan akibat dari tegangan Vcc dinaikkan perlahan-lahan sampai pada tegangan tertentu VCE.

Perhatikan Gambar Berikut Ini :

Gambar. Rangkaian Dasar Transistor Emitor Terbumi

Persamaan Transistor :
IC = β IB…………………….. (1)
Β = Penguatan transistor (gain)
Dari persamaan (1), jika IB = 0 maka IC = 0, artinya transistor tidak menghantarkan arus IC, dengan kata lain posisi cut-off atau mati.
Dari rangkaian diatas diperoleh persamaan sebagai berikut :


…………. (2)
...............(3)   
Disebut persamaan garis beban
Sedangkan karakteristik keluaran transistor dan  garis beban adalah sebagai berikut :


Gambar. Karakteristik Kurva Transistor.

Dari gambar diatas, pada saat kondisi saturasi (jenuh) menaikkan IB tidak lagi dapat menaikkan IC, lihat IB5 dan IB6 menghasilkan IC yang sama dengan IC saturasi.

.....……….. {4}

Artinya arus besar, tegangan menuju nol {0}.
Dapat dikatakan hambatan pada CE menuju nol {0} jadi untuk membuat transistor berlaku sebagai sakelar yang ON, diberikan tegangan VB yang mengakibatkan saturasi.
Sedangkan jika VB = 0 maka IB = 0 dan IC = 0, lihat persamaan {1}
Maka pada kondisi ini transistor pada kondisi tidak menghantarkan arus IC sama dengan kondisi sakelar terbuka.

B. Kelebihan dan Kekurangan Transistor Berfungsi Sebagai Sakelar.

  • Arus beban yang dapat bertahan jumlahnya kecil, maka beban yang sesuai harus dipilih dengan baik. Jika tidak akan terjadi dispasi daya yang berlebihan sehingga beresiko terjadinya pada transistor.
  • Pen-sakelar-an sangat cepat akurat.& tidak adanya “ bouncing “ seperti sakelar mekanik yang memakai relai.
  • Supply tegangan yang dibutuhkan kecil.

3 Rangkaian Dasar Transistor

3 RANGKAIAN DASAR TRANSISTOR

            Untuk membias transistor supaya dapat bekerja ada 3 macam cara dasar pembiasan transistor (rangkaian dasar transistor). Setiap rangkaian memiliki respon pembiasan yang berbeda-beda terhadap sinyal input dalam rangkaiannya, berikut 3 rangkaian dasar transistor yang dimaksud :          
  • Emitor terbumi atau Common Emitter.
  • Kolektor terbumi atau common Kolektor.
  • Basis terbumi atau common Base. 
1. Rangkaian  Emitor terbumi atau Common Emitter. 
       Pada rangkaian ini  kaki emitor digroundkan, basis sebagai input dan kolektor sebagai output. Gambar rangkaiannya sebagai berikut ;

Gambar Rangkaian Transistor Emitor Terbumi.

Sifat atau karakter Transistor Rangkaian Emitor Terbumi yaitu sebagai berikut :
  • Sinyal input pada basis
  • Sinyal output pada kolektor.
  • Penguatan arus yang besar,faktor β = 50 – 100 kali.
  • Impedansi Input Zi = ± 1 KΩ.
  • Impedansi Output Zo = 40 KΩ.
  • Penguatan daya ( Power Gain ) = 50 dB maksimum.
  • Penguatan tegangan ( Voltage Gain ) = ± 250.
  • Inversi sinyal tidah sefasa, inverting (-).
  • Responsi sinyal HF rendah (dengan daya < 3 db
  • Sinyal output berbeda fasa 180 derajat atau berbalik fasa sebesar 180 derajat terhadap sinyal input.
  • Sangat memungkinkan adanya osilasi akibat feedback atau umpan balik positif, sehingga dipasang feedback negatif untuk mencegahnya.
  • Mempunyai stabilitas penguatan rendah karena tergantung stabilitas suhu dan bias transistor.
  • Sering dipakai sebagai penguat audio (frekuensi rendah) terutama pada sinyal audio. 
2. Rangkaian Kolektor terbumi atau common Kolektor.
            Rangakaian ini sering disebut Emitor Follower (Pengikut Emitor) karena tegangan output hampir sama dengan tegangan input. Pada rangkaian ini kaki kolektor digroundkan, basis sebagai input dan emitor sebagai output. Rangkaian ini hampir mirip dengan Rangkaian Emitor Terbumi tetapi ouputnya diambil dari emitor. Gambar Rangkaiannya sebagai berikut :


Gambar Rangkaian Transistor Kolektor Terbumi.

Sifat atau karakter Transistor Rangkaian Kolektor Terbumi yaitu sebagai berikut :
  • Sinyal input pada basis.
  • Sinyal output pada emitor.
  • Penguatan arusnya besar  β/α dibulatkan menjadi β = ± 50.
  • Impedansi Input sangat tinggi Zi =  ± 100 KΩ.
  • Impedansi Output rendah Zo= ± 1 KΩ.
  • Penguatan daya rendah Gp = ± 16 dB.
  • Penguatan tegangan rendah Gv = ± 1.
  • Inversi sinyal sefasa atau inverting +.
  • Mempunyai response sinyal HF tergantung dari sumber dan resistansi bebannya.
  • Signal output dan signal input satu phasa (tidak terbalik seperti Common Emitor).
  • Cocok sebagai buffer, karena mempunyai Impedansi input tinggi dan impedansi output rendah.
  • Mempunyai penguatan arus tinggi (sama dengan Hfe transistor)
3. Rangkaian  Basis terbumi atau common Base.
       Pada rangkaian ini  kaki basis digroundkan, emitor sebagai input dan kolektor sebagai output. Gambar Rangkaiannya sebagai berikut :


Gambar Rangkaian Transistor Basis Terbumi. 
Sifat atau karakter Transistor Rangkaian Emitor Terbumi yaitu sebagai berikut :
  • Sinyal input pada emitor.
  • Sinyal output pada kolektor.
  • Penguatan arusnya kecil sekali kurang dari 1 ( α = 0.92)
  • Impedansi input rendah Zi = ± 200 Ω.
  • Impedansi Output tinggi Zo = ± 200 KΩ.
  • Penguatan daya medium Gp = 30 dB.
  • Pengutan tegangan tinggi Gv = 250.
  • Inversi sinyal fasa positif, inverting +.
  • Responsi sinyal HF (dengan daya < 3 dB) tinggi.
  • Isolasi input dan output tinggi sehingga Feedback lebih kecil.
  • Dapat dipakai sebagai buffer atau penyangga.
  • Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai impedansi input tinggi yang dapat menguatkan sinyal kecil.
  • Dapat dipakai sebagai penguat frekuensi tinggi (biasanya terdapat pada jalur UHF dan VHF).

Komponen Pasif & Aktif

KOMPONEN PASIF DAN KOMPONEN AKTIF

         Di dalam rangkaian elektronik biasanya terdiri dari komponen-komponen elektronika yang membentuk suatu rangkaian yang dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya. Komponen elektronika terdiri dari satu atau lebih bahan elektronika dan unsur masa yang disatukan dalam rangkaian yang dapat berfungsi sesuai dengan fungsi maisng-masing komponen, misalnya untuk mengatur, meratakan, menyekat dan memperkuat sinyal arus.

      Ada beberapa macam komponen elektronika, berdasarkan sistem dan cara kerjanya komponen elektronika terdiri dari 2 macam yaitu Komponen Pasif dan Komponen Aktif .

1. Komponen Pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak membutuhkan sumber tegangan dan arus tersendiri. Komponen elektronika yang termasuk komponen pasif adalah

  • Resistor
  • Kondensator/Kapasitor
  • Induktor
  • Transformator
  • Dioda
  • Saklar
2. Komponen Aktif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya perlu  sumber tegangan dan arus tersendiri.  Komponen elektronika yang termasuk komponen aktif adalah
  • Transistor
  • Thyristor
  • Tranducer